Menjana Sambil Beramal Jariah

Jana Pendapatan Sekarang!

Isnin, Mei 04, 2009

Puisi Dengarkan

Jika ku minta kau untuk dengarkan aku
Dan kau malah memberikan saran
Kau tidak mengerjakan apa yang ku minta

Jika ku minta kau untuk dengarkan aku
Dan kau katakan aku seharusnya tidak
berperasaan begitu
Kau sebenarnya menindas perasaanku

Jika ku minta kau untuk dengarkan aku
Dan kau merasa kau harus melakukan
sesuatu untuk memecahkan masalahku
Kau sebenarnya mengecewakan aku

Tolong dengarkan yang kuminta darimu
hanya tolong dengarkan
bukan bicara atau melakukan sesuatu-cuma
dengarkan saja

Saran-saran murah harganya, dengan
beberapa rupiah saja sudah bisa dapat
konslutasi di koran atau majalah
Aku bisa menolong diriku sendiri
aku bukannya tidak berdaya
Mungkin kurang berani atau ragu-ragu
tapi bukannya tidak berdaya

Jika kau lakukan sesuatu untuk ku
Yang bisa dan perlu ku lakukan sendiri
Kau sebenarnya memupuk ketakutan dan
kelemahanku

Jika kau menerima perasaan-perasaanku
seaneh apapun itu
Aku bisa berhenti meyakinkan mu dan
Mulai mengerti apa yang tersirat dalam
perasaan-perasaan aneh dan tidak masuk
akal itu

Jika itu sudah jelas
Segala jawaban akan muncul dengan
sendirinya

Mungkin itu sebabnya doa-doa manjur
untuk beberapa orang

Tuhan tidak perlu bicara
Tuhan tidak memberi saran atau mencuba
membereskan masalah
Tuhan hanya mendengar
Dan memberi kita kesempatan untuk
menyelesaikan sendiri persoalan-persoalan kita.

Jadi, tolong dengarkan saja aku
Dan kalau kau ingin bicara, tunggu
giliranmu dan aku akan merasa senang
untuk mendengarkan juga

Puisi Di Mana Syukurmu?

Tuhan kurniakan lidah
agar supaya berkata-kata yang indah-indah
tapi kau justeru gunakan untuk menabur fitnah.

Tuhan anugerahkan mata
agar supaya melihat bukti-bukti kekuasaan-Nya
tapi kau gunakan untuk mengintip keaiban manusia.

Tuhan berikan akal fikiran
agar supaya mencari ilmu pengetahuan
tapi kau gunakan untuk perkara yang bukan-bukan.

Di mana syukurmu
segala apa yang Tuhan berikan
kau gunakan untuk mengenyangkan nafsu
untuk sesuatu yang sia-sia?

Jika Kau Sayang Padaku

Jika kau sayang padaku
teruslah sayang padaku
tapi aku tak bisa memaksamu
karena itu cintamu
aku hanya bisa menerima
dan hidup di dalamnya
penuh bahagia

Jika kau benci padaku
bertanyalah pada dirimu
apamu yang terganggu
dengan adanya aku
dari situ kita berdua belajar
siapa kaudan siapa aku

Jika kau sama denganku
jangan sesali kepergianku
karena kehilangan yg terbesar bukanlah
kematianku
tetapi apa yang mati di antara kita
ketika aku masih ada

Dan jika cinta memang ada di antara kita
aku tak akan pergi jauh darimu
hidup terus dihatimu
menghangatkanmu dalam kedinginan
menenangkanmu dalam kemarahan
membawa senyum dalam saat-saat sepi
aku tidak tidur
aku tidak mati
akulah kekuatan bagimu
selalu ada

Khamis, April 30, 2009

Warkah Buat Kekasih

Mencorak bintang menjadi kerongsang ku tak berdaya
Kerana nyata ku tak sehebat dia bermain kata
Meminta buih menjadi keranjang ku tak berdaya
Kerana aku tahu imaginasiku ada batasnya

Kekasih jangan pula engkau
Menolak warkah cintaku yang tak bermaya
Kekasih harap kau terima warkah cintaku
Yang biasa tiada berbunga
Namun begitu izinkan aku menghibur jiwamu

Dengan kata-kata yang sederhana
Aku bukannya sasterawan negara
Aku hanya manusia biasa
Menulis sekadar untuk meluah rasa jiwa
Maaf jika kutak sepeka dia
Tak mampu menganyam awan gemawan
Menjadikannya selendang untukmu

Oh kekasih

Kekasih harap kau terima warkah cintaku
Yang biasa tiada berbunga
Namun begitu izinkan aku menghibur jiwamu
Dengan kata-kata yang sederhana
Aku bukannya sasterawan negara
Aku hanya manusia biasa

Menulis sekadar untuk meluah rasa jiwa
Maaf jika kutak sepeka dia
Tak mampu menganyam awan gemawan
Menjadikannya selendang untukmu

Oh kekasih

Sabtu, April 25, 2009

Benarkah kata ibu ini

Masih ku ingat kata-kata ibu
sambil memberi wang dan berpesan
Sayang, 'Pergilah ke kedai Pak Mamat
beli sekati gula dan sekati tepung
kalau tiada pergi ke kedai Maniam
kalau tiada jua belilah di kedai Ah Chong


Sambil berlari girang dicelah-celah pepohon nyiur yang melambai indah
dengan sarang-sarang tempua berhayunan bagaikan buaian
aku membeli gula dan tepung di kedai Pak Mamat bertahun-tahun begitu
sesekali aku kekedai Maniam dan Ah Chong


Kata Ibu:

'Beli dikedai Pak Mamat kita dapat berkat
Pak Mamat membayar zakat
kalau beli di kedai Maniam dan Ah Chong
siapa menanggung dosa
kalau mereka jadi kaya raya
wang tadi dibina patung-patung dewa
kita terheret percuma masuk neraka
hanya sedikit yang masuk syurga
selainnya masuk neraka
kerana subahat membina Muruga dan dewa'


Kata Ibu:

'Kalau mereka menjadi kaya raya
nanti mereka menjadi ceti
diberi Melayu pinjamnya wang
habis dilelongnya tanah warisan
kerana Melayu tak mampu bayar hutang'


Kata Ibu:

'Kalau mereka kaya raya
habis dibelinya tanah dan bendang
padi naik harga kerana Melayu hanya jadi kuli
bukan tuan
kilang bukan kita punya
kedai juga bukan kita punya
tengok tu minum kopi pun kata mereka
sedap dikedai Cina'


Kata Ibu:

'Kalau mereka kaya raya
habis dibelinya pekan dan kampong
kita nantinya tinggal dipinggir sungai bakau
dan berumah di bukit bukau tapi kini
sungai juga dibeli dijadikan kolam udang

bukit juga dibeli dibina kondo mewah
Melayu mahu tinggal di mana
dalam hutan belantara?'


Kata Ibu:

'Tanamlah kucai
kita dapat berkat
kerana makan sayur yang tidak subahat
kucai di kedai Cina disiram najis babi
kalau kita tanam kucai
kita gemukkan kucai dengan tahi kambing

Kata Ibu:

Jangan makan tokua
kalau tak tahu siapa pembuatnya
jangan makan mi kalau Ah Chai yang membuatnya
kalau makan makanan subahat
hati hilang sinarnya
kerana memakan makanan subahat
hati dipenuhi bintik bintik hitam penuh noda dan dosa
hati akhirnya mati
kita nantinya menjauhkan diri yang Maha Pencipta
dosa kita berganda-ganda
lalu tuhan turunkan bala'..

Ingatlah......

QURA'AN KAREEM

"Magical Template" designed by Blogger Buster